Serangan Cemas (Anxiety Attack)

     Kegelisahan merupakan suatu perasaan yang membuat hati seseorang menjadi resah dan berakibat terganggunya pekerjaan-pekerjaan lainnya.
Faktor dari kegelisahan tersebut diakibatkan oleh sebuah konflik atau hal-hal lainnya.
Kegelisahan tersebut dapat dikendalikan dari bawah sadar anda sendiri dengan mengalihkan perhatian-perhatian yang membuat anda gelisah dengan melakukan aktivitas baru yang membuat suasana hati menjadi senang.
Banyak dari manusia yang tidak sadar akan kelebihan dari otaknya tersebut.
Kelebihan otak manusia dapat melakukan pengkontrolan tubuh, dapat menghilangkan rasa sakit dan sebagainya.
Apabila rasa kegelisahan tersebut semakin besar maka akan berakibat menjadi serangan cemas (anxiety attack).

“Serangan cemas (anxiety attack) adalah bentuk ekstrim dari rasa gelisah yang dihasilkan akibat dari ketakutan yang tidak terkendali. walaupun sebagian besar orang mengalami kecemasan setiap hari, tapi bagi orang-orang tertentu kondisi ini tidak bisa dikontrol dengan baik. Kecemasa yang paling umum terjadi adalah saat harus berbicara di depan umum”, dikutip dari detikHealth.com, senin (18/04/2011).

“Hingga saat ini ada 3 pemikiran yang bisa menjelaskan penyebab dari serangan kecemasan yang dialami seseorang, seperti dikutip dari FoxNews, senin (18/04/2011) yaitu:

-> Biologis
Semua manusia memiliki kode ketakutan dalam gennya, jadi setiap orang sebenarnya memiliki potensi untuk mengalami kecemasan. Tapi kondisi ini bisa sangat mempengaruhi seseorang tapi tidak dengan orang lain. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh ketidakseimbangan senyawa kimia di dalam otk yang membuat kecemasan atau ketakutan menjadi abnormal.

-> Perilaku
Pola-pola perilaku tertentu mengajarkan seseorang bertindak dengan cara berbeda. Misalnya jika sejak kecil seringkali diterapkan perilaku main sendiri atau tidak terlalu bersosialisasi, maka kondisi ini bisa terbawa hingga dewasa yang membuatnya menjadi takut atau cemas untuk berhadapan dengan orang lain.

-> Psikodinamik
Teori psikodinamik berpendapat bahwa beberapa ketakutan berakar dari trauma atau kekerasan di masa kecil seperti pernah diejek atau dipermalukan. Ketakutan ini bisa dilupakan tapi dapat muncul kembali di kemudian hari.

Dalam mengatasi rasa cemas tersebut yaitu:
1. Jangan berpikir akan mengalami serangan cemas dengan menghilangkan segala pikiran negatif dan ketakutan yang dirasakan;
2. Anggaplah bahwa kecemasan yang terjadi adalah sesuatu yang normal, dengan demikian akan membantu seseorang berpikir lebih rasional dan melihat dirinya dari sudut pandang berbeda.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s